Minggu, 05 April 2015

news

Jalan Raya Butuh Perhatian Publik 


Tanjungpinang  – Jalan raya di kota Tanjungpinang perlu lebih diperhatikan publik. Pasalnya sejumlah waga mengeluhkan kondisi jalan raya yang penuh lubang dan banyak retakan di jalan Minggu (5/4).

Jalan raya ini selalu dilewati berbagai macam kendaraan dari truk-truk besar, truk gandeng, truk pertamina, mobil maupun sepeda motor, sehingga jika jalan raya sedang padat pengguna jalannya akan menghambat perjalanan pengguna, bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Menurut Rudi (23) seorang warga mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sudah ada pengaspalan untuk jalan raya ynag rusak atau berlubang. Namun tetap saja pengaspalan jalan ini tidak maksmal dilakukan karena seriap hari ini masih saja ada jalan raya di Tanjungpinang yang berlubang dan belum tersentuh oleh kegiatan pengaspalanan jalan.

“Jalan yang berlubang juga sudah sering diperbaiki, namun masih ada saja jalan yang rusak,” ungkapnya.

Beberapa jalan utama yang kondisinya sangat memprihatinkan yaitu jalan KM6, Km 9 samping Toko Furniture, Jalan Dompak dan Sungai Pulai Tanjungpinang. Padahal jalan-jalan ini merupakan jalan yang sering dilalui oleh masyarakat Tanjungpinang.

“Sebenarnya saya sangat takut apabila melewati jalan di Sungai Pulai ini, soalnya ada truk-truk besar, truk gandeng, truk pertamina dan truk besar lainnya yang melintas dengan laju, dan sangat ngeri kalau pagi harus macet karena jalananya yang berlubang,” ucap Salih satu pengguna jalan di Sungai Pulai.

Menurut Mujinem (34) warga yang tinggal di perumahan depan Sungai Pulai mengungkapkan bahwa sering terjadi kecelakaan akibat kndisi jalan yang semakn banyak lubangnya.
“Kami berharap pemerintah dapat dengan sigap mengatasi permasalahan jalan raya ini agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi,” ujarnya lagi.





feature

Pejuang Tak Kenal Usia

Suryo 



Mentari perlahan mulai beranjak dari kedudukannya semula, menghangatkan dan menyilaukan pandangan. Teriknya membuat manusia lebih senang menghabiskan waktunya di ruangan tertutup. Namun hal ini tidak kita dapatin di jiwa Suryo, lelaki paruh baya ini mempunyai semangat hidup yang besar. Usianya tidak menghalangi ia untuk melakukan apa pun pekerjaan agar dapat melanjutkan hidup.

Sengatan mentari yang terus membakari kulit keriputnya tak membuat Suryo pantang menyerah untuk menjualkan dagangan ubi talasnya. Suryo satu dari lelaki paruh baya yang masih ingin melanjutkan hidup di kota Tanjungpinang ini. Mendagangkan ubi talas dengan merangkul karung goni di punggungnya yang sudah mulai bungkuk.

Suryo menjual ubi talas di Perumahan Bumi Indah dengan penghasilan per bulan kurang lebih 500 ribu rupiah. “ ini untuk biaya istri saya yang sakit dan keperluan makan,” ucapnya dengan tersenyum. Pekerjaan ini dia jalani sejak istri jatuh sakit dan ia dipecat dari pekerjaannya. Ia harus menjaga isrinya yang tidak dapat lagi berjalan karena penyakit yang istrinya derita sejak 4 bulan terakhir ini.

            Beruntung Suryo mendagangkan ubi yang diambil dari kebunnya sendiri. Dalam sehari-hariya jika tidak ada yang bisa dimakan, ubi lah menjadi pengganjal perut Suryo dan istri. Ketika disinggung masalah anak Suryo hanya tersenyum pahit “Saya tidak ingin menganggu anak-anak saya, mereka sudah berkeluarga semua,” ujarnya. Kesedihan yang mendalam terlihat dari ucapan Suryo dengan ketiga orang anaknya yang tidak perhatiaan kepada orang tuanya.

            Yang terpenting baginya sekarang ia dapat merawat istrinya dan melanjutkan hidup dengan semangat. Kesedihan, kecewa yang ia rasakan ia tepiskan agar apa yang dia harapkan dapat terwujud dengan baik.


“Hidup ini harus dijalanin, dan jangan lupa bersyukur agar terasa ringan semua masalah ini,” ujarnya lagi. Selama ia berkeliling menjualkan ubi talas, ia mempunyai tetangga yang baik, selalu menolong ketika Suryo dan istri mengalami kesusahan. Kata syukur selalu teterlontar di mulutnya. Tanpa pernah menyalahkan Tuhan atas kesempitan hidup yang ia alami dari semenjak kecil hingga saat ini. Namun hanya syukurlah menjadi kunci untuk menopang hidupnya menjadi lebih tegar dan siap menjalani hidup ini walau seperti berada dalam kungkungan duri-duri tipis yang mengikis.

beritaa

Fasilitas RSUD Memprihatinkan


RSUD Tanjungpinang 


Tanjungpinang - Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Tanjungpinang saat ini masih sangat memprihatinkan. Pasalnya fasilitas yang digunakan oleh pasien inap di rumah sakit tersebut sangat minim minggu (5/4).

“Saya merasa kurang nyaman setiap kali mau memakai wc umum, karena tidak ada lampu dan bagian pintu tak bisa ditutup, penyangga untuk menutup pintu pun tidak ada,” kata Akhil (42).

Selain lampu wc yang tidak ada, untuk ruang rawat inap anak kecil juga tidak nyaman jika terdapat banyak paisen dan penjaga pasien. Hal ini dikarenakan tidak adanya pembatas seperti tirai antar satu pasien dengan pasien yang lainnya. Maka jika banyak pengunjung yang berada di dalam ruangan tersebut akan sangat menggangu bagi pasien lainnya.

“Kasian pasien lain yang terganggu dengan keributan bila ruangan ini ramai, seharusnya perawat membatasi pengunjung yang masuk ke dalam ruangan ini jika tidak ingin menyediakan tirai,” kata Budi salah satu penjaga pasien yang berada di ruangan tersebut.

Hal ini juga diutarakan oleh Lela salah satu keluarga pasien yang menginap di RSUD. “Tidak ada tirai di setiap ranjang pasien, jadi tidak ada privasi untuk pasien. Berbeda dengan rumah sakit lainnya lalu disini juga tidak ada jendela sehingga tidak ada sirkulasi udara, apalasi di sini cuma menggunakan kipas angin.”

Namun dari pihak rumah sakit membantah keluhan yang dipaparkan dari pasien, sedangkan pemerintah selalu memperhatikan rumah sakit minimal satu kali dalam setahun untuk mengecek fasilitas yang dibutuhkan.. bukan hanya di RSUD melainkan diseluruh rumah sakit yang ada di Tanjungpinang.


Jumat, 03 April 2015

feature

Mimpi Anak Jalanan 

Pendidikan merupakan jembatan untuk merubah hidup seseorang dan terbebas dari kemiskian. Sayangnya masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak seusianya. Sering kali kita jumpai anak-anak yang berkeliaran di jalan, simpang lampu merah, tempat makan, dan tempat ramai lainnya untuk melangsungkan hidupnya dengan cara menjual koran, melantunkan nyanyian indah dari suara merdunya, serta meminta-minta,  mereka sering kita sebut sebagai anak jalan.  

Mentari terus membakar kulit seorang bocah yang berusia sebelas tahun ini. Namanya Budi ia terus berjalan mengintari simpang lampu merah, rumah-rumah makan untuk menjual setumpuk koran yang ada ditangan mungilnya. Budi adalah salah satu dari sekian banyak anak jalanan yang mencari sesuap nasi. Walaupun pernah dimarahi ibunya karena menjual koran tidak membuat budi berhenti karna ia sangat tahu keadaan orang tuanya.

Budi anak kedua dari tiga saudara, Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya bekerja sebagai tukang cuci membuta Budi tak dapat melanjutkan sekolahnya terbatas dengan keadaan ekonomi ia harus putus sekolah. Ia pernah mencicipin dunia pendidikan hanya sampai kelas 3 SD.


Berjalan kaki dari Tanjungunggat ke Pemuda tidak membuat Budi menyerah dalam menjalani hidupnya. Kehiduan yang begitu berat membuat ia tegar dan sabar, walaupun kini ia tidak melanjutkan sekolah tetapi ia masih belajar di rumah di temani oleh ibu dan kakaknya. Ia selalu bermimpi suatu saat nanti ia bisa mencicipin dunia pendidikan dan bermain seperti kawan ia yang lain di sekolah. Setiap orang mempunyai mimpi untuk merubah hidupnya begitu juga budi, ia masih ingin melanjutkan mimpi-mimpinya jika ada kesempatan.

straight news

Sampah Hiasi Pelantar KUD

TANJUNGPINANG (HK) –  Sampah rumah tangga masih menghiasi Pelantar Koperasi Unit Desa (KUD)  Kamis (4/4).

Bekas kebakaran di Pelantar KUD lalu, dijadikan tempat pembuangan sampah bagi warga yang tinggal di sekitaran pelantar. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat utnuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Rencana untuk kedepan kami mengadakan alat untuk mengangkat sampah seperti jek ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara ini kami belum bisa beroperasi karena boat masih bekerja setiap harinya,” ujar Kepala Seksi Kebersihan Kawasan Pesisir Laut, Bakhtiar.

Dinas Kebersihan selalu memantau daerah-daerah seperti taman, pelatantar dan pelabuhan di Tanjungpinang setiap hari pukul 08.00-10.00 lalu 13.00-18.00. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan Adipura yang sudah dimulai sejak Rabu (1/4). Dan untuk saat ini belum ada denda tentang pembuangan sampah sembarangan.

“ Petugas Dinas Kebersihan selalu datang membersihkan pelantar ini, namun jika tidak ada kesadaran dari masyarakat yang tinggal disini akan sulit juga. Selain itu sampah yang berada di pelantar ini merupakan sampah kiriman dari angin utara,” kata Rian (32) saat bertugas menjaga pos POL.

Himbauan secara langsung selalu dilakukan oleh petugas kebersihan namun masih banyak juga masyarakat yang membuang sampah di pesisir laut. Bakhtiar berharap untuk kedepannya pesisir laut di Tanjungpinang terutama pelantar dan pelabuhan dapat terhindar dari sampah. Dengan cara setiap warga yang tinggal di sekitaran pelantar mempunyai tong sampah dan setiap dua kali seminggu petugas kebersihan membuang sampah tersebut ke TPA.




Rabu, 01 April 2015

straight news

Akses Jalan Menuju  RSUP Nyaris “Terputus”

Kondisi Jalan Menuju RSUP 

TANJUNGPINANG (HK) Akses jalan menuju Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) di kawasan KM 8 Atas, Tanjungpinang nyaris teputus dikarenakan longsor pada Rabu (1/4) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pantauan di lapangan, tanah longsor merupakan galian proyek pembangunan TOP 100 yang berada di depan RSUP. Menurut saksi mata, tanah tersebut selalu berserakan di jalan raya ketika hujan lebat diakibatkan tidak ada parit di jalan raya.

“Tanah longsor kali ini lebih parah, makanya langsung dievakuasi oleh petugas proyek tersebut,” ujar Udin (38) salah satu petugas yang sedang membersihkan tanah longsor.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena warga yang berlalu lalang di jalan tersebut telah terbiasa dan selalu berhati-hati dalam mengendari kendaraan mereka. Banjir juga selalu melanda wilayah jalan raya ini apabila hujan deras. 

berita

Harga Sembako di Pasaran Tanjungpinang Fluktuatif

Pedagang Sayur di Pasar Baru

TANJUNGPINANG (HK)- Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Sabtu (28/3) lalu, menyebabkan harga komoditas kebutuhan masyarakat (sembako) di dua pasar di Kota Tanjungpinang menjadi tidak stabil (fluktuatif).

Kondisi itu dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di dua pasar Tanjungpinang yakni Pasar Bintan Centre dan Pasar Baru saat diwawancarai koran ini, Rabu (1/4).

Lastri (34) pedagang cabe di Pasar Baru menyebutkan bahwa sejumlah harga kebutuhan komoditas bahan sembako ada yang stabil dan ada pula yang naik. Kenaikan harga kata dia, terjadi di sayur-mayur seperti cabe merah, cabe hijau, bawang putih, dan merah.

Harga cabe merah mengalami kenaikkan harga dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu/kg. Sedangkan cabe hijau dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu/kg. Selanjutnya, harga bawang merah naik dari Rp22 ribu menjadi Rp24 ribu/kg, dan bawang putih naik drastis dari Rp16 ribu menjadi Rp22 ribu/kg.

“Harga sayur-mayur seperti kangkung, toge, dan sawi bakso juga naik. Namun harga tempe tidak naik, tetapi potongnnya diperkecil” ujar Lastri.

Selain itu harga beras di Pasar Baru masih tetap stabil. Pedagang beras, Ahong (45) mengatakan bahwa belum terjadi kenaikan harga  karena saat ini ia masih menjual stok lama .

“Saya belum menaikkan harga beras karena masih menjual dari stok lama, dan belum mengetahui harga rata-rata beras pada saat ini” ungkapnya.

Lain halnya dengan harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Bintan Centre. Harga cabe merah mengalami naik-turun yang berawal dari Rp28 ribu/kg, dan saat ini seharga Rp24 ribu/kg.

“Saat ini harga cabe merah memang belum stabil, kemarin sempat naik, namun saat ini harga cabai merah justru turun,” kata Andri (42), seorang pedagang di Pasar Bintan Centre, Rabu (1/4).

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada cabe merah, namun bawang merah juga mengalami penurunan harga yang berawal Rp18 ribu/kg, dan saat ini menjadi Rp16 ribu/kg. Pedagang mengaku bahwa harga dapat berubah-ubah lagi karena mereka menerima bahan-bahan tersebut dari agen dan harga yang ditetapkan oleh agen saat ini tidak stabil sejak kenaikkan harga BBM.

“Saat ini harga memang lagi turun, namun tidak tahu harga ke depannya bagaimana. Bisa jadi turun ataupun naik itu tergantung harga yang ditetapkan oleh agen. Karena kami memesan bahan pokok ini dari luar,” tambahnya.

Satu di antara bahan pokok yang mengalami kenaikkan harga yaitu gula pasir. Saat ini harga gula pasir seharga Rp9500/kg yang sebelumnya Rp8500/kg. Selain itu, harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak sawit, dan telur masih stabil.


Sedangkan untuk harga ikan, ayam, maupun daging sapi masih dengan harga semula. Untuk harga daging sapi segar berkisar antara Rp120 sampai Rp130 ribu/kg, sedangkan daging yang telah didinginkan berkisar antara Rp70 sampai Rp 75 ribu/kg, dan harga daging ayam berkisaran Rp30  hingga Rp35 ribu.


            Pembeli mengharapkan agar pemerintah konsisten terhadap kenaikkan BBM sehingga harga bahan pokok di pasaran tetap stabil. “Saya berharap tidak ada kenaikkan lagi pada bahan pokok apalagi dengan naiknya BBM saat ini,” ujar Minah (34), salah seorang pembeli di Pasar Bintan Centre. (HK)